Home | Gallery | Forum | Articles | Lyrics | Wallpaper | Convention | Scholarship | Register

Communicate, interact, and make friends with cosplayers, otakus, jpop and jrock fans, and other japan lovers. JSekai is a place for cosplayers, otakus, jpop and jrock fans, and other japan lovers to show their self or their artwork to the world. meet and communicate with other cosplayers, otakus, jpop / jrock fans, and other japan lovers and many more.. join us and show yourself to the world, its free and easy.





RI-Japan

News ニュース
No News Found

Previous News 前のニュース
1-0 from News.
1-0 from News.

Articles 関連記事

JAPAN HISTORY PART I/ NIHON NO REKISHI

Dari Primitif ke Modern/ Genshi Shakai Kara Kodai Shakai E (Munculnya Orang Jepang)


       Sejak 130.000-10.000 tahun yang lalu, kira-kira 120.000 tahun selama zaman batu. Masyaraka kebanyakan hidup sebagai pemburu dan mengumpulkan makanan, mereka tinggal bersama dalam 1 unit keluarga. Tahun 8.000-300 SM dikenal dengan zaman Jomon, pada zaman ini masyaraktnya menghasikan potongan-potongan benda dari tanah dengan susunan tali jerami yang dikenal sebagai karya Jomon. Dan artefak dari zaman Jomon tersebut masih di gali sampai hari ini di seluruh Jepang. Setelah zaman Jomon usai  dikenal dengan zaman Yayoi, masyarakatnya menghasilkan padi dan memperkenalkan tradisi membakar kulit telur pada suhu tinggi. Yang kemudian menunjukkan adanya komunitas orang-orang yang mulai bekerja sebagai petani. Zaman Yayoi dimulai sekitar 300SM dan berlangsung sampai 6.000 tahun. Percampuran budaya Jomon dan Yayoi yang sama sekali berbeda latar belakang inilah yang menjadi akar  adanya orang Jepang dan hal ini menjadi sejarah yang sangat dikagumi orang Jepang sendiri sampai hari ini. Pada bagian Wajinden dari Wei dokumen rekaman Jepang, tertulis di abad ke-3 Jepang merupakan negara bagian Jepang. Saat itu yang berkuasa adalah Himiko dan tempatnya memerintah disebut dengan Yamatai-Koku. Kemudian di ambil alih oleh pemerintahan Yamato yang berkuasa pada masa sekitar abad ke-3 sampai ke-4. Orang yang bukan pribumi memakai sistem tulisan dengan karakter kanji China yang diperkenalkan dari China sekitar abad ke-5. Di abad ke-7 Shotoku Taishi mengambil alih pemerintahan. Dia membangun hubungan diplomatik dengan Dinasti Sui dari China (581-618 M) dan mengumumkan dengan resmi "Konstitusi 17 Artikel". Agama Buha mulai masuk dan kuil-kuil dibangun di seluruh negeri. Image orang Budha dikenal sejak saat itu. Sekitar pertengahan abad ke-7 rentetan jumlah anggaran dasar diperkenalkan oleh pemerintah sebagai usaha untuk membawa orang-orang di bawah kepemimpinan. Sistem dari jumlah anggaran ini di tetapkan pada tentara sampai abad ke-9 (dimulainya zaman Heian, tapi diruntuhkan dengan munculnya kelas aristokrat yang memiliki pasukan dan pulau pribadi). Zaman Heian (dari tahun 794-1192, dengan pusat administrasi di Heaiankyo atau searang Kyoto) ketika kaum ningrat memiliki pekerjaan dalam bidang kesastraan, mereka membuat catatan deskripsi keseharian hidup dan lukisan-lukisan Yamato yang kemudian dipajang di jendela agar setiap generasi tidak melupakan jasa-jasa Yamato.

Label : Aoi Zora;
Wrote by aoi zora , at 2008 年 07 月 05 日

JAPAN CULTURE/ NIHON NO BUNKA

1. Kabuki

       Seni teater tradisional Jepang yang sangat populer. Teater yang paling terkenal dan menjadi nasional teater ada di Tokyo dengan nama Kabuki-Za Teater. Kabuki memiliki karakteristik yang luar biasa, aktor dan aktris spesialis kabuki disebut dengan Onnagata dan akting mereka sudah diakui oleh seluruh dunia. Di bagian kiri panggung ada musisi-musisi yang mengiringi, disebut Shamisen Players,  sedangkan lagu pengiringnya disebut Nagauta. Panggung kabuki bisa berputar cepat sesuai dengan gerakan perpindahan posisi para pemain, jadi saat menonton secara live, kita bisa tiba-tiba melihat ataupun tidak melihat para pemain. Dialog yang di pakai juga sulit untuk dimengerti, karena itu di sediakan earphone di setiap sit untuk translation dengan versi Inggris. Kabuki terdiri dari beberapa aspek penting, yaitu:

1. Make up
2. Kostum
3. Ekspresi
4. Musik
5. Dialog

2. Sado (Upacara minum teh

       Sado ada sejak Sen-No-Rikyuu(1522-1591) selama perang sipil. Mereka mengadakan upacara minum teh untuk memperoleh ketenangan sebelum berperang dan upacara minum teh juga memiliki etika tersendiri. Ruang khusus minum teh disebut Chashitsu, ruangan khusus dengan tatami (bantal duduk).

3. Ikebana

       Ikebana ataupun sering dikenal dengan sebutan kado,merupakan seni tradisional Jepang yang menunjukkan nilai speritual dan ekspresi diri melalui bunga.

4. Tenka dan Haiku

       Tenka adalah gabungan 5 baris dari bentuk 31 suku kata versi Jepang. Sedangkan Haiku adalah isi dari Tenka. (Kalau di Indonesia seperti sajak, syair atau bahkan pantun).

5. Kaligraphy

       Seni kaligraphy datang dari China untuk menyalin sutra Budha dengan karakteristik China. Kemudian pada zaman Heian mulai dibuat dengan menggunakan huruf kana atau suku kata Jepang.

6. Noh dan    Kyogen

       Noh atau Nogaku adalah salah satu tipikal seni teater Jepang dan sudah berumur 7000 tahun. Nogaku datang ke Jepang pada masa Nara dari Dinasti Tang (China) dengan bentuk public entertaiment. Kemudian di masa Kamakura mulai dekenal dengan sebutan Noh, yaitu kombinasi dari nyanyian, tarian, drama dan kyogen (dialog). Di zaman Muromachi, Noh dijadikan bentuk seni untuk hari penyambutan. Noh di tampilkan di panggung khusus yang disebut dengan Nogaku-Do. Para aktor dan aktris yang bermain menggunakan topeng dan di iringi musik. Biasanya setting yang digunakan adalah gunung, laut dan badai yang bisa membuat penonton ikut merasakan sense vitality dari setiap elemen-elemen tersebut.

7. Music

       Musik barat masuk ke Jepang pada Era Meiji atau dikenal dengan Yogaku (Western Music), sedangkan musik tradisional Jepang disebut Hogaku dan gabungan Jepang-Barat dinamakan Gogaku. Untuk Japanese instumental disebut dengan Baroque Music.

Label : Aoi Zora;
Wrote by aoi zora , at 2008 年 07 月 05 日

Yakuza

Sejarah Yakuza

Sejarah panjang Yakuza dimulai kira-kira pada tahun 1612, saat Shogun Tokugawa berkuasa dan menyingkirkan shogun sebelumnya. Pergantian ini mengakibatkan kira-kira 500.000 orang samurai yang sebelumnya disebut hatomo-yakko (pelayan shogun) menjadi kehilangan tuan, atau disebut sebagai kaum ronin.

Seperti kata pepatah : orang yang hanya punya martil cenderung melihat segala sesuatu bisa beres dengan dimartil, demikian juga dengan kaum ronin ini. Banyak dari mereka menjadi penjahat dan centeng. Mereka disebut sebagai kabuki-mono atau samurai nyentrik urakan yang ke mana-mana membawa pedang. Mereka berbicara satu sama lain dalam bahasa slang dan kode rahasia. Terdapat kesetiaan tinggi di antara sesama ronin sehingga kelompok ini sulit dibasmi.

Untuk melindungi kota dari para kabuki-mono, banyak kota-kota kecil di Jepang membentuk machi-yokko (satuan tugas (satgas) desa). Satgas ini terdiri dari para pedagang, pegawai, dan orang biasa yang mau menyumbangkan tenaganya untuk menghadapi kaum kabuki-mono. Walaupun mereka kurang terlatih dan jumlahnya sedikit, tetapi ternyata para anggota machi-yokko ini sanggup menjaga daerah mereka dari serangan para kabuki mono. Di kalangan rakyat Jepang abad ke 17, kaum machi-yokko ini dianggap seperti pahlawan.

Masalah jadi rumit, karena setelah berhasil menggulung para ronin, para anggota machi-yokko ini malah meninggalkan profesi awal mereka dan memilih jadi preman. Hal ini diperparah lagi dengan turut campurnya Shogun dalam memelihara para machi-yokko ini. Ada dua kelas profesi para machi-yokko, yaitu kaum Bakuto (penjudi) dan Tekiya (pedagang). Namanya saja kaum pedagang tetapi pada kenyataannya, kaum Tekiya ini suka menipu dan memeras sesama pedagang. Walau begitu, kaum ini punya sistem kekerabatan yang kuat. Ada hubungan kuat antara Oyabun (Bos (bapak)) dan Kobun (bawahan (anak)), serta Senpai-Kohai (Senior-Junior) yang kemudian menjadi kental di organisasi Yakuza.

Penjudi

Kaum Bakuto (penjudi), punya sejarah yang unik. Awalnya mereka disewa oleh Shogun untuk berjudi melawan para pegawai konstruksi dan irigasi. Tindakan ini dilakukan agar gaji para pegawai konstruksi dan irigasi habis di meja judi dan tenaga mereka bisa disewa dengan harga murah.

Jenis judi yang biasa dilakukan adalah menggunakan kartu Hanafuda dengan sistem permainan mirip Black Jack. Tiga kartu dibagikan dan bila angka kartu dijumlahkan, maka angka terakhir menunjukkan siapa pemenang, diantara sekian banyak kartu sial kartu berjumlah 20 adalah yang paling sering disumpahi orang, karena berakhiran nol. Salah satu konfigurasi kartu ini adalah kartu dengan nilai (8-9-3) yang dalam bahasa Jepang menjadi Ya-Ku-Za yang kemudian menjadi nama asal Yakuza.

Dari kaum Bakuto ini juga muncul tradisi menandai diri dengan [tato] disekujur badan (disebut irezumi) dan yubitsume (potong jari) sebagai bentuk penyesalan ataupun sebagai hukuman. Awalnya hukuman ini bersifat simbolik, karena ruas atas jari kelingking yang dipotong membuat si empunya tangan menjadi lebih sulit memegang pedang dengan mantap. Hal ini menjadi simbol ketaatan terhadap pimpinan.

Yakuza Modern

Waktu pun berlalu, kaum Bakuto dan Tekiya menjadi satu identitas sebagai Yakuza. Kaum yang asalnya bertugas melindungi masyarakat – menjadi ditakuti masyarakat. Para pimpinan Jepang memanfaatkan hal ini untuk mengendalikan masyarakat dan menggerakkan nasionalisme. Yakuza ikut direkrut oleh pemerintah Jepang dalam aksi pendudukan di Manchuria dan China oleh Jepang tahun 1930-an. Para Yakuza dikirim ke daerah tersebut untuk merebut tanah, dan memperoleh hak monopoli sebagai imbalan.

Peruntungan kaum Yakuza berubah setelah Jepang menyerang Pearl Harbor. Militer mengambil alih kendali dari tangan Yakuza. Para anggota Yakuza akhirnya harus memilih apakah bergabung dalam birokrasi pemerintah, jadi tentara atau masuk penjara. Dapat dikatakan pamor Yakuza menjadi tenggelam.

Setelah Jepang menyerah, para anggota Yakuza kembali ke masyarakat. Muncul satu orang yang berhasil mempersatukan seluruh organisasi Yakuza. Orang itu adalah Yoshio Kodame, seorang eks militer dengan pangkat terakhir Admiral Muda (yang dicapainya di usia 34 tahun). Yoshio Kodame berhasil mempersatukan dua fraksi besar Yakuza, yaitu Yamaguchi-gumi yang dipimpin Kazuo Taoka, dan Tosei-kai yang dipimpin Hisayuki Machii. Yakuza pun bertambah besar keanggotaannya terutama di periode 1958-1963 saat organisasi Yakuza diperkirakan memiliki anggota 184.000 orang atau lebih banyak daripada anggota tentara angkatan darat Jepang saat itu. Yoshio Kodame dinobatkan sebagai godfather-nya Yakuza.

Ekstasi, Pachinko dan Perdagangan Senjata

Di masa kini, keanggotaan Yakuza diperkirakan telah menurun tajam, tetapi bukan berarti tidak berbahaya. Tulang punggung bisnis ilegal mereka adalah pachinko, perdagangan ampethamine (termasuk ice dan ekstasi), prostitusi, pornografi, pemerasan, hingga penyelundupan senjata.

Di era 1980-an, Yakuza mengembangkan sayap mereka hingga ke Amerika Serikat, dan ikut masuk dalam bisnis legal untuk mencuci uang mereka. Dalam operasinya, Yakuza membeli aset di Amerika dan salah satu yang pernah mencuat ke permukaan adalah keterlibatan Prescott Bush, saudara dari presiden George H.W. Bush dan paman dari Presiden George W. Bush, dalam transaksi penjualan perusahaan Aset Management International Financing & Settlements di awal 1990an.

Berdasarkan perkiraan kasar dari sumber majalah Far Eastern Economic Review edisi 17 Januari 2002, Yakuza diperkirakan telah menanamkan uang hingga 50 milyar dolar dalam investasi saham dan perusahaan di Amerika Serikat. Bandingkan dengan cadangan devisa Indonesia yang 36 milyar dolar.

Di dalam negeri, Yakuza juga ditengarai turut berperan dalam anjloknya ekonomi Jepang selama 10 tahun terakhir. Sebagai akibat amblasnya bisnis properti dan macetnya kredit bank di Jepang pasca 1990, banyak debitor yang menyewa anggota Yakuza agar agunan mereka tidak disita oleh bank. Selain itu, banyak perusahaan yang memperoleh pinjaman bank pada dasarnya adalah sebuah kigyo shatei, perusahaan boneka miliki Yakuza. Perusahaan milik Yakuza ini diperkirakan memperoleh kredit antara 300-400 milyar dolar, dan sebagian dari jumlah itu dialirkan ke induk organisasi Yakuza. Menghadapi hal seperti ini, bank Jepang jelas tidak bisa berkutik.

Di sisi lain, anggota Yakuza juga kerap membeli aset properti dengan harga miring dari perusahaan yang butuh uang tunai untuk dijual kembali dengan harga tinggi apapun itu mulai dari apartemen, perkantoran hingga rumah sakit. Bila sebuah bangunan telah dibeli oleh Yakuza, tidak ada yang berani jadi tetangga mereka dan alhasil harga properti langsung jatuh, dan segera naik segera setelah Yakuza menjualnya.

Selain beroperasi secara di level bawah, Yakuza juga menggurita di kalangan politisi Jepang. Beberapa praktik suap telah terbongkar termasuk dalam program tender proyek umum senilai trilyunan yen. Program rekapitalisasi perbankan Jepang yang berlarut-larut tidak kunjung selesai diperparah oleh keterlibatan Yakuza yang sangat berkepentingan dalam bisnis properti dan kredit perbankan. Saat ini perbankan Jepang masih menanggung beban kredit macet sebesar kira-kira 1,2 Triliun dolar dan membuat ekonomi tidak bertumbuh selama 10 tahun terakhir.



Label :
Wrote by Enki・ダ・フリーク・みぎめ , at 2008 年 06 月 04 日
folder See All Articles...

Email :
Password :
Forgot Password? | Register


 Search


ToyzHunt
Arashindo
About | TOS | Sitemap | Links | Contact
Copyright © JSekai.com, 2008