Film ‘Miss Hokusai’ memperlihatkan trailer terbaru dengan theme song “Saihate ga Mitai” Shiina Ringo.

miss_hokusai_teaser_forweb

Website berita film Jepang Cinema Today memperlihatkan trailer tebaru film dari Production I,G dan Keiichi Hara ( Summer Days with Coo, Colorful) Miss Housai pada jumat lalu. Dalam trailer memperdengarkan lagu “ Saihate ga Mitai” oleh Shiina Ringo. Dalam trailer tertulis film ini telah mendapatkan lisensi untuk Perancis, Inggris dan negara negara lain di seluruh dunia.

 

Film Miss Hokusai merupakan adaptasi dari manga Hinako Sugiura “Sarusuberi”. Anne Watanabe berperan sebagai O-ei, putri dari pelukis ukiyo-ei terkenal Hokusai.

Sudah delapan tahun brelalu sejak Shiina Ringo berkontribusi memberikan theme song untuk film sebelumnya_Sakuran, sepotong cerita pada suatu priode berdasarkan manga tentang seorang perempuan di sejarah Jepang. Shiina menulis lagu “Saihate ga Mitai” untuk Sayuri Ishikawa, tapi kali ini dirinya yang menyanyikan lagu itu sendiri. Sugiura sebelum meninggaa dunia sering mendengarkan lagu Shiina Ringo, jadi Hara meminta Shiina untuk berkontribusi memberikan theme song.

Seiyuu lain yang ikut dalam anime ini adalah Yutaka Matsushige ( live-action serial televisi Kodoku no Gourmet, live -action film  Detektif Conan), Gaku Hamada (live action film Sapce Brothers), Kengo Kora (The tale of the Princess Kaguya, live-action film Solanin), Jun Miho (live-action serial televisi Dragon Zakura), Shion Shimizu (Ganbare! Lulu Lolo – Tiny Twin Bears) Michitaka Tsutsui (live action film Kiki’s delivery Service), Kumiko Asou (Colorful, live action film Casshern, live action film Space Brothers) dan Danshun Tatekawa.

 

Production I.G menjelaskan cerita dari  Miss Hokusai:

Tahun : 1814.

Lokasi : Edo, yang sekarang dikenal sebagai Tokyo. Salah satu kota dengan populasi tertinggi di dunia, ditinggali oleh rakyat biasa, samurai, pedagang, bangsawan, seniman, pelacur dan bahkan hingga mahluk supernatural.

Sebagai seniman yan sudah berhasil di usianya dan sekarang berumur 50 an, Tetsuzo bisa mendapatkan klien dari seluruh Jepang, dan bekerja tidak kenal lelah di ruangan kotor di rumahnya. Tetsuzo bisa menghabiskan waktu berhari hari untuk menciptakan karya seni, dari Bodhidarma berukuran raksasa yang digambar dengan kertas berukuran 180 meter persegi, hingga lukisan yang dibuat di butiran beras. Mudah marah, sangat sarkastik, tidak ada gairah untuk mendapatkan harta yang banyak ataupun alkohol, Tetsuzo bisa meminta upah dengan harga selangit untuk pekerjaan yang tidak disukainya.

Anak perempuan ke tiga dari empat anak perempuan, yang lahir dari perkawina ke dua, O-Ei yang berumur 23 tahun memiliki bakat dari ayahnya dan juga keras kepala, seringkali dirinya yang melukis bukan Tetsuzo sendiri, walaupun tidak diberikan kredit untuk itu. Karya seninya sangat kuat menggambarkan sesuatu yang kadang memberikan masalah. “Kami ayah dan anak perempuang; dengan dua kuas dan 4 sumpit, saya pikir kami bisa  menyelesaikan masalah dengan cara kami sendiri”

Beberapa dekade kemudian, Eropa mulai menemukan bakat besar dari Tetsuzo. Dia menjadi terkenal dari salah satu nama alianya : Katsushika Hokusai. Tetsuzo akan mempesona Renoir dan van Gogh , Monet dan Klimt.

Akan tetapi, sangat sedikit yang mengetahui wanita yang menjadi asisten selama hidupnya, dan berkontribusi besar dalam karya seninya sementara tidak diberikan kredit. Hal ini diungkap dalam cerita O-Ei, anak perempuan dari master Hokusai: potret sebenarnya dari wanita berjiwa bebas yang berada di bawah bayang bayang ketenaran ayahnya, mulai terlihat setelah pergantian era.

 

Sugiura memulai debut manga di tahun 1980 di majalah eksperimental  Garo, dan kemudia menpunyai ciri khas dengan mengeksplorasi dan riset cerita tentang Jepang di jaman Edo. Dengan gaya bercerita yang unik, Sugiuro memenangkan penghargaan Japan Cartoonist Association Award di tahun 1984 dan Bunshun Manga Award di tahun 1988. Serial manga Sarusuberi di majalah Manga Sunday  (Jitsugyo no Nihon Sha, Ltd.) mulai 1983 hingga 1987. Sugiura meninggal dunia di tahun 2005 saat berumur 46 tahun.

Hara sebelumnya bekerja dalam serial animasi televisi Crayon Shin-chan yang kemudian kahirnya mendapatkan perhatian dalam film Crayon Shin-chan: Arashi o Yobu Appare! Sengoku Daikassen (Crayon Shin-chan; Brilliant! The Great Battle of the Warring States) dan Summer Days with Coo. Hara mendapatan penghargaan dari juri untuk  Special Distinction and the Audience Award di film bertema bittersweet Colorful di Annecy 2011. Hara kemudian membuat film live action pertama dirinya tahun 2013, biografi mengenai pembuat film Keisuke Kinoshita.

Miho Maruo (Colorful, The Dog of Flanders, Kodocha) menulis skrip film dari Miss Hokusai, dan Yoshimi Itasu ( The Wind Rises, Denno Coil, film Yume-Miru Kikai oleh almarhum Satoshi Kon) sebagai kepala animator. Hiroshi Ohno (A Letter to Momo, Wolf Children) bertanggung jawab pada art latar belakang film.

Film ini akan tayang 9 Mei, dan Production IG yang bertanggung jawab atas distribusi dan penjualan film diseluruh dunia. Anime Limited akan merilis film ini di bioskop Inggris pada bulan Oktober-November sebelum dirilis dalam bentuk DVD dan Blu-ray.

 

Credit : animenewsnetwork